Ratu Kalinyamat

 


Ratu Kalinyamat adalah tokoh Perempuan yang berasal dari Jepara, ia adalah putri ketiga Sultan Trenggana yang lahir pada abad ke-16 Masehi, mempunyai nama asli Retna Kencana raja ketiga dari Kesultanan Demak setelah pangeran Sabrang Lor dan Raden Patah. Pada tahun 1544 Retna Kencana yang meginjak usia remaja telah dikirim oleh ayahnya sebagai utusan dari Demak untuk beraliansi dengan Banten. Ratu Kalinyamat mempunyai peran sebagai tokoh Wanita yang cerdas, berwibawa, bijaksana, dan pemberani, kewibawaannya dan kebijaksanaannya terceminkan dalam peranannya sebagai pusat keluarga kesultanan Demak. 

Ratu Kalinyamat menikah dengan pangeran Hadirin yang merupakan putra Syekh Mughayat Syah yang bersal dari aceh, setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat ia diberi gelar Pangeran Hadiri yang bereti hadir (dari aceh), pertemuan Ratu Kalinyamat terjadi karena pada waktu itu pangeran toyib (Sultan Hadlirin) diutus oleh Sultan Aceh untuk menimbah ilmu pemerintahan dan afama Islam di kesultanan Demak. Pada masa muda Pangeran Toyib mengembala ke negeri Cina, disana ia bertemu dengan Tjie Hwie Gwan, seorang Cina muslim yang kemudian menjadi ayah angkat dari pangeran toyib, konon, ayah angkatnya itu menyertainya hingga ke Jepara, setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat dan menjad adipati di Jepara, dan Tjie Hrie Gwan diangkat menjadi patih dan Namanya berganti menjadi Pangeran Sungging Badar Duwung nama itu diberikan karena Badar Duwung adalah seorang ahli pahat dan seni ukir. 

Tetapi pernikahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1549 Sultan Hadlirin dibunuh oleh Arya Penangsang ia adalah paman dari Ratu Kalinyamat yang saat itu ingin merebut kekuasaan Demak, dari pernikahannya itu Ratu Kalinyamat tidak dikaruniai Putra, akan tetapi, ia merawat beberapa anak asuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sultan Hadlirin

Situs Masjid Mantingan